This semester seems so…

Dear diary… *ngetik sambil tiduran unyu*, dimana keindahan anak kuliah yang sering saya lihat di televisi dan film? Dimana letak kebebasan yang saya fikir tadinya adalah sebuah simbol yang segera saya raih setelah saya memasuki dunia perkuliahan? Dimana~ Dimana~ Dimana~ *kayang bareng ayu ting-ting*

Tibalah saatnya dimana saya mulai merasa tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri. Krisis kepercayaan diri katanya. Bahkan krisis kebutuhan pokok tidak pernah semenyedihkan ini…setidaknya bagi saya. Kalau ibu saya, mungkin sudah beda cerita. Mungkin tidak banyak yang tau awal semua penderitaan ini. Mungkin juga lebih banyak yang tidak mau tau. Tetap, saya akan cerita secara singkat tentang itu semua.

Saya anak ke-2 dari 3 bersaudara. Sedari kecil saya mempunyai minat yang besar untuk menjadi penulis, walau tidak punya bakat. Orang tua saya sangat rasionalis, menurutnya memiliki cita-cita menjadi seorang menulis tidak akan membawa saya ke masa depan yang sejahtera. Itu benar, setidaknya untuk saya. Ya bagaimana bisa kaya dengan hasil menulis, ada orang lain yang mau baca hasil karya saya secara cuma-cuma saja saya sudah sangat bersyukur. Ya itu tadi, karena tidak berbakat.  Semuanya terasa berat. Menulis hanyalah sebuah hiburan yang menyenangkan, namun sedikit terlupakan. Dulu sempat ingin membuat novel, tapi sugesti “tidak punya bakat” menghantui saya setiap saya mulai memasuki page ke-5. Akhirnya saya urungkan niat dengan alasan “Ya arena memang tidak berbakat”. Beberapa buah cerpen berhasil saya buat di waktu senggang. Sejak SD saya suka menulis, meracau tidak jelas di buku tulis halaman paling belakang. Hanya saja saya baru berhasil menulis cerpen sampai tamat, ber-ending, waktu saya duduk di bangku SMP. Saya lupa tepat di kelas berapa. Suatu kali saya menawarkan diri kepada teman sebangku untuk membaca cerpen yang saya tulis dibuku tulis pelajaran waktu SMP dulu. Ternyata responnya cukup bagus, beberapa teman lainnya juga turut memberi respon yang bagus. Itu hal yang paling membahagiakan dimasa belia saya, setidaknya sebelum mengenal cinta :p

Dengan pengalaman menyelesaikan sebuah cerpen, saya memulai untuk menulis beberapa cerpen lagi dibuku tulis yang saya khususkan untuk cerpen saya. Waktu itu ada 2 cerpen yang saya tulis, kalau tidak salah. Teman di kelas juga secara bergantian meminjam cerpen saya, sampai akhirnya buku tersebut hilang, mungkin karena terlalu sering berganti tangan. Entah kemana. Tidak ada yang ingat siapa yang terakhir kali pinjam. Sedih, tapi harus diikhlaskan. Hingga beberapa bulan kemudian saya melihat sebuah cerpen disalah satu majalah yang persis sekali dengan cerpen buatan saya. Persis? Em..lebih tepatnya sama. Atau memang punya saya? Tapi disana jelas tidak ada nama saya. Nama penulisnya asing. Saya tidak kenal. Kenapa tidak protes? Tanya ke penerbit? Haha. Saya masih SMP. Bisa dibilang gila karena mengakui karya orang yang sebenarnya saya yakin itu punya saya. Akhirnya.. ya memang harus diikhlaskan. “Penerbit mau menerbitkan cerpen (yang sepertinya) buatan saya. Alhamdulillah. Keinginan saya untuk menulis cerpen dimajalah tercapai. Walau atas nama orang lain,” fikir saya.

Setelah insiden itu terjadi, saya tidak suka lagi menulis. Namun sekitar 2 tahun kemudian, ketika saya mulai memasuki masa SMA, kakak saya mengenalkan saya kepada blog. Saya mulai punya blog di awal SMA dan sejak itu saya rajin menulis lagi di blog,walau dengan isi curahan hati untuk sang mantan pacar dimasa itu (yang kalau dilihat sekarang amat sangat menjijikan, karena itu seluruh content saya hapus :p). Setelah tidak memiliki hubungan dengan beliau lagi, saya hijrah ke blog yang baru untuk mencari suasana baru (blog ini). Di blog ini saya seakan mendapat pencerahan. Saya mulai rajin menulis lagi. Akhirnya saya mulai berani menulis cerpen lagi. Suatu ketika, kira-kira waktu saya kelas 2 SMA ada seorang guru Bahasa Indonesia yang sedang menjalani PKL di SMA saya. Saya diajar beliau, dan beliau meminta murid untuk membuat cerpen sendiri sebagai tugas akhir. Alhamdulillah cerpen saya termasuk 3 cerpen terbaik, walau hanya tingkatan kelas. Itu cukup menghilangkan dahaga saya akan pujian :/ selang beberapa waktu kemudian thya menawarkan diri untuk memasukkan cerpen saya yang lain kedalam majalah sekolah. Senang bukan kepalang. Dan responnya Alhamdulillah bagus. Hanya saja… *backsound : suara biola dan piano* *biar dramatis* di pengujung masa SMA saya dihadapkan pada pilihan “Mau kuliah jurusan apa?”

Sejak kecil saya didoktrin agar masuk UNJ ambil jurusan keguruan kemudian menjadi guru. Waktu bermain diwaktu kecil pun sebisanya saya main guru-guru-an. Sampai-sampai saya hampir tidak tau lagi bahwa ada cita-cita selain guru. Setelah mencoba SNMPTN dan ternyata gagal masuk UNJ, saya langsung menyerah. UNJ terlalu jauh bagi saya. Baik secara lokasi maupun intelegensi. Saya jauh dari yang namanya sebutan pintar. Akhirnya saya masuk Univ.Prof.Dr.Hamka Limau dibilangan Radio Dalam – Jakarta Selatan dengan mengambil jurusan FKIP Bahasa Inggris. Setidaknya bahasa Inggris-lah yang (menurut saya) saya bisa. Ternyata tidak. In this semester I knew that I don’t. Semua terasa ringan awalnya. Saya bisa mengikuti dengan lancar. Semakin kesini sekan nafas saja sulit. Terlebih lagi saya sudah mulai mencicil mata kuliah yang berbau skripsi seperti Qualitative Research, Quantitative Research, Seminar Proposal, dan lain-lainnya. Percayalah, segala hal yang berbau skripsi itu tidak enak. Ditambah saya harus berpindah-pindah tempat kuliah UHAMKA Limau – UHAMKA Ps. Rebo karena jadwal kuliah yang lumayan berantakan.

Masalah lain yang saya temukan, setidaknya untuk saat ini adalah.. berat untuk menyebutkannya tetapi harus. PyuPyu saya rusak. PyuPyu itu nama yang saya berikan kepada laptop saya. PyuPyu saya terbelah menjadi dua. Malas untuk menceritakan bagaimana kejadian awalnya. Padahal mendapatkan PyuPyu dengan susah payah, setelah berbulan-bulan menghindar dari rentenir *halah*. Awalnya saya ber-positive thinking, mungkin PyuPyu mau beresolusi jadi tablet kali yah, ga butuh keyboard. Berubah jadi touchscreen, makanya memisahkan diri dengan keyboard, kebelah 2:/ dan ternyata itu hanya fikiran saya yang gila. Kalau meng-upload foto belahan nya disini, terlalu naas. Bayangkan saja ya…kalau bisa. Saya bingung, bagaimana bisa mengambil mata kuliah yang membutuhkan laptop dan menyusun skripsi kalau laptopnya saja terbelah 2? Punya niat untuk bawa-bawa PC ke kampus tapi.. oke, batalkan saja niat itu Ca… *getok pake botol*

Sekian dari saya. Oh iya, IPS saya semester ini 2,94 saja. Cuma bisa ambil 21 sks. Saya sempat update status : “21 sks bisa apa?” dan rrrrr udarian membalas “bisa nongkrong di kampus sampe semester depan”. Ya Allah, bahkan memetwit tidak pernah terdengar se-horror itu. Yang mempunyai masalah yang sama, galau akademik atau apalah itu namanya, mari berjuang bersama. Setidaknya jangan sampai kita cuma bisa nongkrong di kampus sampai semester depan, yaaaaa :’)

2 Comments (+add yours?)

  1. miwwa
    Mar 17, 2013 @ 14:48:10

    1. tulisan kamu bagus memang chaaaaa,, bukti nya nih aku selalu mampir dan baca2 tulisan kamu walau kamu ndak pernah kunjungan balik ke blog ku. aku ga pamrih kaannnn~ :)))

    2. what the~ ikut berduka cita atas nasib PyuPyu. gak ditanyain deh kenapa bisa split begitu..

    3. aduhai, kalo lagi galau akademik temen udarian banget deh itu.. aku juga baru putus sama skripsi beberapa bulan ini. sebelumnya kan aku best fren nya udarian banget.. semangat terus ya kalian berdua! :’)

    Reply

    • @rosadicted
      Apr 15, 2013 @ 16:47:24

      1. kok dalem mbak? nih nih aku lagi otw mau kunjungan balik. *hugs*

      2. Iya, jangan di tanya mbak. nanti dia ga tenang:/

      3. wah alhamdulillah sekali mbak udah putus. aku lagi mesra-mesranya nih sama proposal. hiks.

ini ceritaku, bagaimana menurutmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: