Kepada kamu

Ah, inikah rasanya menyendiri? Inikah rasanya sendiri? Menikmati sakitnya hingga semua serasa mati. Inikah rasanya menepi? Ketika kaki tidak mampu lagi berlari dan terhenti di satu titik.. kamu! Kamu yang disini, disitu dan disana. Kepada setiap kamu kamu kamu semua yang terlihat sama. Kepada setiap kamu yang menepi kemudian berlari lagi. Kepada setiap kamu yang kembali dan kemudian belari lagi.. menjauh lagi. Kepada setiap kamu yang pernah memberi mimpi kemudian tertawa geli seperti memberi tamparan di pipi. Kepada setiap kamu yang saya kira adalah sebuah kepercayaan yang kelak akan menjadi sebuah rumah bagi kedamaian ‘kita’ dimasa depan. Kepada setiap kamu yang mampu meyakinkan kemudian menghancurkan. Kepada setiap kamu yang ditiap malam mungkin tertidur dengan nyenyak sambil memimpikan ‘kamu-kamu’ yang lainnya. Kepada setiap kamu yang telah mengajarkan sebuah arti pengkhianatan. Kepada setiap kamu yang.. mungkin suatu saat akan terlupakan.

 

Bahkan berdua tidak akan jauh lebih baik bila akhirnya tetap diduakan.

5 Comments (+add yours?)

  1. awaludin majid
    Aug 06, 2012 @ 18:22:14

    Ajiiiiip…….*jempol*

    Reply

  2. helgaindra
    Aug 08, 2012 @ 21:45:23

    kebanyakan kamunya cha
    -.-

    Reply

  3. udarian
    Aug 14, 2012 @ 10:15:20

    *pukpuk ocha*

    Reply

  4. hidayataris
    Aug 23, 2012 @ 15:33:26

    like this yo

    Reply

  5. hidayataris
    Aug 23, 2012 @ 15:39:40

    Reblogged this on Dreamishit.

    Reply

ini ceritaku, bagaimana menurutmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: