Pengalaman pertama : CACAR

                Kalian mungkin udah ga asing lagi dengan penyakit yang bernama cacar, Varicella simplex, chicken pox atau apalah itu namanya yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Untuk keterangan lebih lanjut tentang apa itu cacar bisa diliat disini. Saya ga akan panjang lebar cerita tentang apa itu cacar, karena pasti sudah banyak artikel tentang definisi cacar yang bertebaran dimana-mana. Saya Cuma mau cerita tentang pengalaman pertama saya terkena cacar (diumur 19 tahun yang sudah tidak muda lagi (˘̩̩^˘̩̩)) mungkin bisa jadi referensi (?) atau inspirasi (?). oke, skip.

sumber foto : Cerlangcemerlang

                Penyakit cacar ini sedang trend-trendnya di kampus saya, setidaknya di kelas saya ada 6 orang lebih yang terjangkit cacar ini (secara bergantian). Awalnya saya tidak tau bahwa saya teman-teman saya banyak yang terkena cacar. Suatu siang sehabis pulang kuliah mendadak tubuh saya melemas dan kepala saya pusing. Saya fikir itu hanya pusing biasa yang akan menghilang jika saya istirahat sebentar. Ketika terbangun disore hari suhu tubuh saya mulai menunjukan suhu yang tidak bisa dibiarkan lagi (saya ngomong apa toh?) tiba-tiba saya demam dan menggigil. Saya segera minum paracetamol dan beberapa jam kemudian demam saya reda. Namun masalah tidak berhenti disitu, bintil-bintil merah mulai muncul di bagian sekitar perut yang keesokan harinya bahkan menyebar ke muka, wajah, punggung, kepala, paha, dan bahkan didalam tenggorokan. Karena saat itu saya sedang masa UAS (Ujian Akhir Semester) sehingga saya memaksakan diri untuk tetap hadir di kelas. Sampai seorang teman bertanya, “Lo cacar juga ca? yah… ketularan anak-anak berarti tuh..” Ketularan? Sial!, dalam hati saya.

                Pada umumnya penderita cacar akan mengalami pusing, pegal-pegal, demam dan gatal-gatal. Untuk itu, penderita cacar harus siap sedia paracetamol untuk menurunkan demam. Sebenernya sih tanpa di beri obatpun badan akan membentuk antibody sendiri untuk menyembuhkan cacar, hanya saja akan lebih baiknya jika penyembuhan dibantu oleh obat yang dianjurkan oleh dokter. Untuk obat cacar, saya meminum Tablet Acyclovir 400mg sebanyak 50 tablet untuk 5 hari. 2 tablet diminum sebanyak 5 kali dalam satu hari. Dan untuk bedaknya, gunakan bedak salycil. Beberapa dokter juga mungkin akan memberikan acyclovir dalam bentuk salp. Untuk luka yg mulai mengering bisa menggunakan Garamycin Cream. Oh ya, Beberapa hari yang lalu saya baca disalah satu situs yang mengatakan bahwa garamycin bisa menghilangkan jerawat, mungkin itulah sebabnya mengapa Garamycin digunakan pada luka cacar yg mulai mengering (hasil pengamatan sendiri). Setidaknya itulah obat-obatan yang saya gunakan dalam penyembuhan cacar saya.

                Sebagian besar orang berfikiran bahwa setiap orang pasti akan mengalami cacar dalam hidupnya. Saya sendiri belum bisa jawab pertanyaan itu karena ibu-bapak-adik-kakak saya sejauh ini belum pernah terkena cacar. Padahal cacar tertular lewat udara dan saya masih suka berkumpul dengan anggota keluarga saya, tapi kok ga ada satupun dari mereka yang tertular yah?

                Banyak yang bilang kalo lagi cacar ga boleh mandi. Saya mencoba mematahkan pendapat ini dengan mandi, dan keesokan harinya.. CACAR SAYA TAMBAH BANYAK.

                Proses muncul nya bintil-bintil merah – menyebar – kemudian pecah yang saya alami memakan waktu ± 1 minggu. Yang lama itu proses pengeringan luka nya. Huhu..  (˘̩̩̩ε˘̩̩̩ƪ)

                Oh ya, orang yang terkena cacar sebaiknya di isolasi dulu agar virus tidak menyebar ke mana-mana. Sekian dulu celotehan ga penting saya. Yang sakit, cepet sembuh ya.. bye~ (ɔˇ³ˇ)ɔ ♥

3 Comments (+add yours?)

  1. Asop
    Jun 20, 2012 @ 00:15:12

    Saya…. belom… kena cacar…

    Reply

  2. phiy
    Jul 21, 2012 @ 07:11:45

    Sama dong, dulu aku kena cacar jg pas UAS, UAS SMA tapi. Kena susulan deh. Gpp cha 19 taun kena cacar. Istri kakak iparku kena pas umur dua puluhan dan… lagi hamil..

    Reply

  3. sweetlittlencute
    Sep 27, 2012 @ 03:11:01

    saya belum pernah kena cacar…semoga ja nda deh….

    Reply

ini ceritaku, bagaimana menurutmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: