Biar hujan…
11 Feb 2012 9 Comments
in melankolia Tags: Hujan
biar hujan, biar hilang terang, biar redam keramaian dan damailah kita dalam kesunyian. biar gelap ini menjadi bahasa perasaan abadi tak terungkap lewat bahasa. biar hujan menerjemahkan lewat rintik yg mengalun, rintik yg santun. jangan biarkan teriknya derita melumat impian dan asa, mengumpat rasa bahagia didalam nelangsa. biar kita berbincang di bawah rintiknya. biar kelam malam, biar kita bernyanyi dalam diam, dalam suara hati yang memang tak pernah mampu dibahasakan lewat suara. ah, aku dan kamu, atau mungkin kita, kelu dalam kata dan cacat dalam nada, namun pandai merajut asa. tetap bodoh dalam hakikatnya. mimpi manakah yang sempat kita wujudkan? dongeng manakah yang pernah kita temukan? aku bersandar di batas garis keraguan, antara kembali ke pangkuan derita, ke pangkuanmu, atau melompat kejurang kehampaan, tanpamu.
-Tangerang,16:30 16 maret,2011



Feb 11, 2012 @ 18:49:41
galau mode on pasti nih
wkkkk
Feb 11, 2012 @ 18:54:55
Itu postingan udah lama yang nyangkut di notes FB, iseng yaudah di re-post aja -,-
emangnya kahlil gibran kalo nulis gitu pasti lg dalam keadaan galau ya?
Feb 12, 2012 @ 02:40:13
Ya intinya elu bukan kahlil gibran
bweeeek
Feb 12, 2012 @ 08:56:30
pfft..
Feb 15, 2012 @ 23:48:26
galau detected?
Feb 16, 2012 @ 12:28:45
ini tulisan di kala hujan dan mati lampu kan ya? Ada hujannya, ada gelapnya juga. Aheuheu
Mar 09, 2012 @ 01:25:59
salam sukses
Mar 11, 2012 @ 15:33:07
eits jangan loncat ke jurang donk, garam masih asin dan gula masih manis
cheers…
Apr 26, 2012 @ 03:44:20
salut buat artikelnya…lanjutkan yah…
salam kenal..
Ditunggu kunjungan baliknya yah…